malam ini
saat mata lelah belum terpejam
mimpiku terbang merayapi gelap
mamanjat angin memeluk langit
menyapa bulan pucat
kau hadir mengusik hampa ruang kamarku
menjambangi mimpiku
menyusup ke sebelah hatiku yang beku
dan menyapaku tanpa suara
pagi belum jua tiba
jemari embun masih erat memeluk daun
enggan tergelincir dan hilang terserap bumi
namun kenapa
sekejap kau mewarnai kanpas jiwaku
dan saat terjaga
yang kulihat hanya sisa purnama di balik jendela
malam ...kenapa kau tak biarkan mimpiku usai
sampai pajar menyalami matahari
(Kuningan, Nopember 2007)
saat mata lelah belum terpejam
mimpiku terbang merayapi gelap
mamanjat angin memeluk langit
menyapa bulan pucat
kau hadir mengusik hampa ruang kamarku
menjambangi mimpiku
menyusup ke sebelah hatiku yang beku
dan menyapaku tanpa suara
pagi belum jua tiba
jemari embun masih erat memeluk daun
enggan tergelincir dan hilang terserap bumi
namun kenapa
sekejap kau mewarnai kanpas jiwaku
dan saat terjaga
yang kulihat hanya sisa purnama di balik jendela
malam ...kenapa kau tak biarkan mimpiku usai
sampai pajar menyalami matahari
(Kuningan, Nopember 2007)









