Kamis, Juni 11, 2009

Diketeduhan matamu

Diketeduhan matamu
kutemukan puisi ini
telah ku anak tirikan waktu
hingga sendumu berlalu pergi

Diketeduhan matamu
tak kujaga sahara batinku
kerontang jiwa berkumandang
mengubur rindu membakar sayang

Diketeduhan matamu
kusadari,
telah kusia-siakan
hujanmu dikemarau hatiku...

Lamunan

Basa raga maksa tibra
peuting pegat ku lamunan
anjeun datang na sawangan
ngaguar carita cinta munggran

Ngiwat cinta saliwat
ngudag panggupay rasa
ukur bingung nu nalikung
tunggara teuaya tungtung

dimana anjeun ayeuna
mawa katresna numasih nyangsang

Kamis, November 20, 2008

H I L A N G

dapatkah aku mengenangmu
menata lentera renta di dasar jiwa
dulu senyummu menyulutnya
kini makin redup sinarnya
dapatkah aku mengenangmu
bila angin kemarin datang lagi
sampaikan satu pesan
kau takkan kembali
dapatkah aku mengenangmu
bila senja menghiba
kutegur petang muram
kemana bintangku menghilang

Hujan Kepagian

aku masih di sini
ketika petir memaki
rintik hujan mengejar pelangi
angin menggigil berlari-lari

aku masih di sini
di batas langkah kaki
hiraukan langit bernyanyi
lagu riang mengikis pagi

P A G I

matahari mengupas gulita
malam pasrah diusir pagi
sandarkan asa di dinding mimpi
siapkan diri jelajah hari
tak perlu bara digenggam
satu senyum saja ditahan
dunia takkan muram
dan terus berjalan



Kamis, September 04, 2008

MARHABAN YA RAMADHAN


Saat ini
Kita arungi lautan pahala
Berdayung sampan kesabaran
Menjelajah sejuta hikmah
Mencari ridho Illahi






image diambil dari
sini

Sabtu, Juli 26, 2008

LUKA

Kalimat yang terjerat di bait hati
berdesakkan tanpa suara
teriakannya tersumbat gelisah luka
terhimpit dinding mimpi
membelit pedih

apa yang harus kulakukan
agar rangkaian kata ini menjadi sajak indah
sedang gelisah di dada
belum reda dan beranjak

Senin, Mei 19, 2008

T U A

Hati basi berbisik
pada pucat dibalik cermin
jangan kau berebut
wahai rambut dan keriput
Pamit pada bayangan
pada ubin berderit
gemetar kaki pelan berjalan
mencari sisa hari
menunggu mati

PUISI PERPISAHAN

seribu hari lebih terjajaki
ada banyak senyum tecipta
diantara riangnya siang
diantara tawa gejolak remaja

di sini....
tempat berteduhnya patriot muda
tempat menuang segala cita
seperti abu putih bajunya
seperti merah putih semangatnya

setelah lama merenda hari mengusung mimpi
berat terasa kami lepaskan
Selamat tinggal cerita indah
perpisahan bukanlah kehilangan
hanya batas tipis antara kisah dan kenangan

Selamat berjuang anakku
kobarkan semangat kebenaran di dadamu
jalan panjang yang masih terbentang
menanti pijakkan kokoh kakimu

berlarilah menggapainya
melajulah...

(untuk Alumni SMK Karnas Angkatan ke 8 Thn.2008)

Jumat, Mei 02, 2008

Pudar

Dinda...
benang merah yang mengikat hati kita makin rapuh
gaun cinta yang membungkusnya mulai kusam
warna rindunya tertutup debu
memudar

sering aku bertanya
dimana keabadian yang kita agungkan dulu
bukan karena bencimu yang mengoyak rendanya
namun karena hati yang tak lagi satu

Dinda...
kini tinggal pedih yang bernyanyi lirih
bagaimana dengan mu
Dinda...