Friday, October 31, 2014
Thursday, October 24, 2013
Bukan Cinta Sejati
Ketika namaku tak kau ingat lagi
Cintapun mati
Rindu bagai butiran debu
dan kenangan terbenam terkubur waktu
dari status fb ku
Cintapun mati
Rindu bagai butiran debu
dan kenangan terbenam terkubur waktu
dari status fb ku
Friday, June 03, 2011
Cemburu
aku cemburu pada angin yang mengusap rambutmu
sementara lagu merdu yang kunyanyikan
tak dapat menyentuh hatimu
benarkah kunci hati yang patah
tak dapat membuka pintumu
sementara lagu merdu yang kunyanyikan
tak dapat menyentuh hatimu
benarkah kunci hati yang patah
tak dapat membuka pintumu
sehingga nyanyian jiwa
bagai asap tanpa bara
bukan kehangatan kudapat
tapi panas yang melekat
dimana bisa kutemui jejakmu dulu
ketika jalan kerikil kita lalui bersama
berharap keindahan di ujung sana
bukan kebuntuan seperti ini
aku benar-benar cemburu
pada masa lalu
Saturday, December 05, 2009
Jejak Kaki
Thursday, June 11, 2009
Diketeduhan matamu
Thursday, November 20, 2008
H I L A N G
menata lentera renta di dasar jiwa
dulu senyummu menyulutnya
kini makin redup sinarnya
dapatkah aku mengenangmu
bila angin kemarin datang lagi
sampaikan satu pesan
kau takkan kembali
dapatkah aku mengenangmu
bila senja menghiba
kutegur petang muram
kemana bintangku menghilang
Hujan Kepagian
aku masih di sini
ketika petir memaki
rintik hujan mengejar pelangi
angin menggigil berlari-lari
aku masih di sini
di batas langkah kaki
hiraukan langit bernyanyi
lagu riang mengikis pagi
ketika petir memaki
rintik hujan mengejar pelangi
angin menggigil berlari-lari
aku masih di sini
di batas langkah kaki
hiraukan langit bernyanyi
lagu riang mengikis pagi
Thursday, September 04, 2008
MARHABAN YA RAMADHAN

Saat ini
Kita arungi lautan pahala
Berdayung sampan kesabaran
Menjelajah sejuta hikmah
Mencari ridho Illahi
image diambil dari sini
Saturday, July 26, 2008
LUKA
Kalimat yang terjerat di bait hati
berdesakkan tanpa suara
teriakannya tersumbat gelisah luka
terhimpit dinding mimpi
membelit pedih
apa yang harus kulakukan
agar rangkaian kata ini menjadi sajak indah
sedang gelisah di dada
belum reda dan beranjak
berdesakkan tanpa suara
teriakannya tersumbat gelisah luka
terhimpit dinding mimpi
membelit pedih
apa yang harus kulakukan
agar rangkaian kata ini menjadi sajak indah
sedang gelisah di dada
belum reda dan beranjak
Monday, May 19, 2008
T U A
Hati basi berbisikpada pucat dibalik cermin
jangan kau berebut
wahai rambut dan keriput
Pamit pada bayangan
pada ubin berderit
gemetar kaki pelan berjalan
mencari sisa hari
menunggu mati
PUISI PERPISAHAN
seribu hari lebih terjajakiada banyak senyum tecipta
diantara riangnya siang
diantara tawa gejolak remaja
di sini....
tempat berteduhnya patriot muda
tempat menuang segala cita
seperti abu putih bajunya
seperti merah putih semangatnya
setelah lama merenda hari mengusung mimpi
berat terasa kami lepaskan
Selamat tinggal cerita indah
perpisahan bukanlah kehilangan
hanya batas tipis antara kisah dan kenangan
Selamat jalan pejuang muda
kobarkan semangat kebenaran di dadamu
jalan panjang yang masih terbentang
menanti pijakkan kokoh kakimu
berlarilah menggapainya
melajulah...
(untuk Alumni SMK Karnas Kuningan Jabar)
Friday, May 02, 2008
Pudar

Dinda...
benang merah yang mengikat hati kita makin rapuh
gaun cinta yang membungkusnya mulai kusam
warna rindunya tertutup debu
memudar
sering aku bertanya
dimana keabadian yang kita agungkan dulu
bukan karena bencimu yang mengoyak rendanya
namun karena hati yang tak lagi satu
Dinda...
kini tinggal pedih yang bernyanyi lirih
bagaimana dengan mu
Dinda...
Saturday, April 12, 2008
Gerimis di Senja Hari
Thursday, April 10, 2008
Tuesday, April 01, 2008
Cerita Embun
Wednesday, March 26, 2008
Jeritan Terlantar
langit senja terbakar suryaseribu dendam memberontak raga
sumpah serapah memanggil penguasa
termakan derita korban logika
badai melanda jiwa-jiwa kecil
menahan pedih kuyup menggigil
menanti hujan deras berlalu
berharap bertemu mimpi baru
kapan senja merah memudar
pelangi menghias langit nusantara
sangsaka tegar berkibar
tawa riang terus terdengar
ternyata kita belum merdeka
Monday, March 17, 2008
Menanti Cinta Kembali
bersama di ambang senja
gundah dan mata berbicara
debar dada menggetuk rasa
mengharap tabir hati terbuka
kita adalah nyanyian siang dan malam
siang yang pulang tanpa salam
dan malam datang tanpa senyuman
masih terdiam di persimpangan
kata hati terus menganyam
merajut benang cinta erat tersulam
kunamakan apa cinta ini
bila rahasia indah dibalut emosi
hati peduli menanti
berharap ia kembali
membawa satu puisi
cinta sejati
gundah dan mata berbicara
debar dada menggetuk rasa
mengharap tabir hati terbuka
kita adalah nyanyian siang dan malam
siang yang pulang tanpa salam
dan malam datang tanpa senyuman
masih terdiam di persimpangan
kata hati terus menganyam
merajut benang cinta erat tersulam
kunamakan apa cinta ini
bila rahasia indah dibalut emosi
hati peduli menanti
berharap ia kembali
membawa satu puisi
cinta sejati
Friday, March 14, 2008
Bulan Yang Tertinggal
Aku tahu...
Ada setitik rindu yang sulit kumengerti
kau simpan disudut matamu yang berbinar itu
Namun tak bisa menangkap perih yang kusembunyikan di dasar hati
Cukup kutahankan luka dan kita tak lagi bertegur sapa
Jangan katakan apapun tentang aku
Seperti malam yang tergesa-gesa pergi
Sedang aku belum selesai bermimpi
Di wajahmu kutanamkan sinar bulan
Dari sisa purnama yang mengambang
Dalam ketidak sadaran, kulepaskan tanya
Siapa yang mengambil purnama itu ?
Sehingga pagi yang kutemui tersisa hampa
Bulan
Kaulah resah itu untukku
Kaulah sunyi itu untukku
Kaulah cerita kecil itu
Merpati putih yang terbang mengawan
Tak mungkin kupanggil pulang
Takdir dan suratan
Ku tulis di wajah bulan
Bulan yang kini kutinggalkan
Di persimpangan
Ada setitik rindu yang sulit kumengerti
kau simpan disudut matamu yang berbinar itu
Namun tak bisa menangkap perih yang kusembunyikan di dasar hati
Cukup kutahankan luka dan kita tak lagi bertegur sapa
Jangan katakan apapun tentang aku
Seperti malam yang tergesa-gesa pergi
Sedang aku belum selesai bermimpi
Di wajahmu kutanamkan sinar bulan
Dari sisa purnama yang mengambang
Dalam ketidak sadaran, kulepaskan tanya
Siapa yang mengambil purnama itu ?
Sehingga pagi yang kutemui tersisa hampa
Bulan
Kaulah resah itu untukku
Kaulah sunyi itu untukku
Kaulah cerita kecil itu
Merpati putih yang terbang mengawan
Tak mungkin kupanggil pulang
Takdir dan suratan
Ku tulis di wajah bulan
Bulan yang kini kutinggalkan
Di persimpangan



















