Thursday, November 20, 2008

P A G I

matahari mengupas gulita
malam pasrah diusir pagi
sandarkan asa di dinding mimpi
siapkan diri jelajah hari
tak perlu bara digenggam
satu senyum saja ditahan
dunia takkan muram
dan terus berjalan



Thursday, September 04, 2008

MARHABAN YA RAMADHAN


Saat ini
Kita arungi lautan pahala
Berdayung sampan kesabaran
Menjelajah sejuta hikmah
Mencari ridho Illahi






image diambil dari
sini

Saturday, July 26, 2008

LUKA

Kalimat yang terjerat di bait hati
berdesakkan tanpa suara
teriakannya tersumbat gelisah luka
terhimpit dinding mimpi
membelit pedih

apa yang harus kulakukan
agar rangkaian kata ini menjadi sajak indah
sedang gelisah di dada
belum reda dan beranjak

Monday, May 19, 2008

T U A

Hati basi berbisik
pada pucat dibalik cermin
jangan kau berebut
wahai rambut dan keriput
Pamit pada bayangan
pada ubin berderit
gemetar kaki pelan berjalan
mencari sisa hari
menunggu mati

PUISI PERPISAHAN

seribu hari lebih terjajaki
ada banyak senyum tecipta
diantara riangnya siang
diantara tawa gejolak remaja

di sini....
tempat berteduhnya patriot muda
tempat menuang segala cita
seperti abu putih bajunya
seperti merah putih semangatnya

setelah lama merenda hari mengusung mimpi
berat terasa kami lepaskan
Selamat tinggal cerita indah
perpisahan bukanlah kehilangan
hanya batas tipis antara kisah dan kenangan

Selamat jalan pejuang muda
kobarkan semangat kebenaran di dadamu
jalan panjang yang masih terbentang
menanti pijakkan kokoh kakimu

berlarilah menggapainya
melajulah...

(untuk Alumni SMK Karnas Kuningan Jabar)

Friday, May 02, 2008

Pudar


Dinda...
benang merah yang mengikat hati kita makin rapuh
gaun cinta yang membungkusnya mulai kusam
warna rindunya tertutup debu
memudar

sering aku bertanya
dimana keabadian yang kita agungkan dulu
bukan karena bencimu yang mengoyak rendanya
namun karena hati yang tak lagi satu

Dinda...
kini tinggal pedih yang bernyanyi lirih
bagaimana dengan mu
Dinda...

Saturday, April 12, 2008

Gerimis di Senja Hari

Gerimis mengusik langit sunyi
menari mengejek matahari
memaki gravitasi
pasrah, menumbuk bumi

Wajah senja pucat berembun
angin pengembara diam melamun
pelangi masih tersenyum
menanti gulita lahap mengulum

Thursday, April 10, 2008

Amarah

Seperti petir tanpa hujan
kupanggil namamu dengan jeritan
segala maki membantai kesadaran
asap dendam mengawan
bara membakar raga
dengki hanguskan hati
nafsu berjelaga
suram jiwaku kini
kau benar benar membuatku terluka

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More